SELAMAT DATANG DI PANEL INFORMASI KECAMATAN TAMPAKSIRING

Thursday, November 6, 2025

Pelatihan Pengolahan Pangan


 Pelatihan Pengolahan Pangan hasil dari Puspa Aman Desa Pejeng Kelod berupa Jagung Dan Daun Kelor Yang diolah dijadikan Puding Jagung Dan Puding Kelor untuk Makan Tambahan ( PMT ) Posyandu. Nara Sumber Dari Pelatihan Ini dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gianyar yang di ikuti oleh  ibu - ibu PKK Desa Pejeng Kelod Beserta Ibu Kader Posyandu.


                                                                                        I Kadek Darmaja.

Monday, November 3, 2025

Lomba Posyandu

 

Desa Pejeng Kelod Mewakili kecamatan Tampaksiring dalam Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten Tahun 2026. Hari Ini Senin 3 Nopember 2025 Bertempat di ruang Rapat desa Pejeng Kelod Mendapat Pembinaan Awal Dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan desa Kabupaten Gianyar  Terkait Persiapan Dokumen - dokumen yang harus dipersiapkan oleh desa yang menjadi bahan penilaian Dalam Lomba Posyandu tahun 2026.

Sunday, November 2, 2025

Padat Karya Tunai Desa


 Salah satu priritas penggunaan Dana Desa adalah Kegiatan PKTD, Dimana Kegiata ini Diharapkan membuka Lapangan Pekerjaan Seluas - luasnya kepada Masyarakat Walau sifatnya sementara. 

Desa Manukaya Dalam Pelaksanaan Kegiatan Pembuatanan Tangga, Senderan dan Rabat Beton menuju jalan Subak abian alas arum Yang terletak di Banjar belahan Desa Manukaya dengan panjang 415 meter dan Pagu anggaran sebesar 393.429.000  menggunakan sistem PKTD dengan Melibatkan Pekerja Dari Penggangguran, Setengah Penggangguran, Kepala Keluarga Perempuan Dan Rumah Tangga Miskin.

Tuesday, October 14, 2025

TIRTA EMPUL, PURA SUCI DENGAN MATA AIR LEGENDA

Gianyar, Bali – Pura Tirta Empul di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, menjadi salah satu destinasi spiritual dan wisata paling ikonik di Bali. Terkenal dengan mata air sucinya, pura ini tidak hanya menjadi tempat peribadatan umat Hindu, tetapi juga daya tarik budaya dan sejarah yang mengundang ribuan pengunjung setiap tahunnya.




Didirikan pada tahun 962 Masehi pada masa pemerintahan Raja Çandra Bhayasingha dari Dinasti Warmadewa, Pura Tirta Empul memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi. Nama "Tirta Empul" sendiri berarti “air yang menyembur dari tanah”, merujuk pada mata air alami yang hingga kini masih mengalir deras di area pura.

Mata air tersebut diyakini berasal dari kekuatan Dewa Indra, sebagaimana diceritakan dalam legenda setempat. Dalam kisahnya, Dewa Indra menciptakan mata air suci untuk menyembuhkan pasukannya yang diracuni oleh raja jahat bernama Mayadenawa. Air ini kemudian dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan dan penyucian, sehingga digunakan dalam upacara melukat (ritual pembersihan diri).

Kompleks pura terdiri dari beberapa bagian, termasuk kolam pemandian dengan 30 pancuran yang digunakan umat untuk melakukan ritual. Setiap pancuran memiliki fungsi dan makna tersendiri, dan biasanya digunakan secara berurutan oleh para peziarah yang ingin mensucikan diri secara spiritual.

Di kawasan yang sama, berdiri pula Istana Presiden Tampaksiring yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Istana ini menambah nilai historis dan strategis kawasan Tirta Empul sebagai destinasi spiritual dan kenegaraan.

Hingga kini, Pura Tirta Empul tetap aktif digunakan dalam berbagai upacara keagamaan besar di Bali. Keberadaannya tidak hanya penting bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi simbol harmoni antara budaya, agama, dan alam yang khas Bali.

Penulsi : Suta Wijaya

Pelatihan Pengolahan Pangan

 Pelatihan Pengolahan Pangan hasil dari Puspa Aman Desa Pejeng Kelod berupa Jagung Dan Daun Kelor Yang diolah dijadikan Puding Jagung Dan Pu...