TIRTA EMPUL, PURA SUCI DENGAN MATA AIR LEGENDA
Gianyar, Bali – Pura Tirta Empul di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, menjadi salah satu destinasi spiritual dan wisata paling ikonik di Bali. Terkenal dengan mata air sucinya, pura ini tidak hanya menjadi tempat peribadatan umat Hindu, tetapi juga daya tarik budaya dan sejarah yang mengundang ribuan pengunjung setiap tahunnya.
Didirikan pada tahun 962 Masehi pada masa pemerintahan Raja Çandra Bhayasingha dari Dinasti Warmadewa, Pura Tirta Empul memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi. Nama "Tirta Empul" sendiri berarti “air yang menyembur dari tanah”, merujuk pada mata air alami yang hingga kini masih mengalir deras di area pura.
Mata air tersebut diyakini berasal dari kekuatan Dewa Indra, sebagaimana diceritakan dalam legenda setempat. Dalam kisahnya, Dewa Indra menciptakan mata air suci untuk menyembuhkan pasukannya yang diracuni oleh raja jahat bernama Mayadenawa. Air ini kemudian dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan dan penyucian, sehingga digunakan dalam upacara melukat (ritual pembersihan diri).
Kompleks pura terdiri dari beberapa bagian, termasuk kolam pemandian dengan 30 pancuran yang digunakan umat untuk melakukan ritual. Setiap pancuran memiliki fungsi dan makna tersendiri, dan biasanya digunakan secara berurutan oleh para peziarah yang ingin mensucikan diri secara spiritual.
Di kawasan yang sama, berdiri pula Istana Presiden Tampaksiring yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Istana ini menambah nilai historis dan strategis kawasan Tirta Empul sebagai destinasi spiritual dan kenegaraan.
Hingga kini, Pura Tirta Empul tetap aktif digunakan dalam berbagai upacara keagamaan besar di Bali. Keberadaannya tidak hanya penting bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi simbol harmoni antara budaya, agama, dan alam yang khas Bali.
Penulsi : Suta Wijaya
No comments:
Post a Comment